Usul Evaluasi MBG

Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa MBG difokuskan kepada anak kurang gizi – bukan pada orang mampu sebaiknya digunakan untuk melakukan evaluasi secara total pada pelaksanaan MBG.
Terdapat 10 hal yang perlu dievaluasi dalam program MBG, sbb :

1) Audit proses penunjukan dapur SPPG yang diduga banyak merugikan negara – dapur berlebih dan jatuh ke pihak-pihak tertentu yang dekat dengan kekuasaan dan pimpinan MBG.

2) Audit proses pengadaan barang dan jasa seperti motor, komputer, dan pengadaan lainnya.

3) Berikan MBG kepada yang butuh saja. Terhadap anak-anak yang kandungan gizi makanannya di rumah lebih tinggi dari kadar gizi MBG, jangan diberikan MBG karena justru akan menurunkan kadar gizi rakyat.

4) Perhatikan faktor kebosanan anak-anak. Saat ini anak-anak penerima MBG mulai bosan makan MBG yang terus berulang. Umumnya mereka sudah tidak mau makan dan juga sudah tidak mau bawa pulang.

5) Kurangi Arogansi pemilik dan pegawai SPPG.
Saat ini pemilik dan pegawai SPPG terlalu diistimewakan sehingga menjadi sombong di depan masyarakat. Ini menimbulkan ketegangan sosial.

6) Perlu dibangun koordinasi dengan Pemda.
Saat ini BGN bagaikan sistem pemerintahan tersendiri yang terpisah dari pemerintahan yang ada. Pemda sama sekali tidak dilibatkan sehingga sangat sulit melakukan pengawasan dan koordinasi.

7) Komposisi Anggaran.
Komposisi anggaran saat ini yang dibagi Rp 8.000 – Rp 10.000 untuk makanan dan Rp 5.000 untuk operasional dan keuntungan perlu dievaluasi karena tidak terjadi persaingan untuk efisiensi dan seakan multilevel.

8) Tingkatkan Pengawasan untuk kualitas MBG.
Keracunan dan kualitas makanan MBG yang masih sering terjadi menunjukkan pengawasan dan standarisasi rendah.

9) Awasi suplier SPPG agar betul-betul dari rakyat lokal dan UMKM

10) Evaluasi Pimpinan BGN.
Sikap arogansi dan merasa selalu benar dan berlaku seenaknya telah membuat keresahan dalam berbagai hal dan bisa menjadi sumber kegagalan pelaksanaan MBG.