GMKR Jabar Dideklarasikan di Bandung, Serukan “Lawan Oligarki” hingga Desak Evaluasi Wapres

Isu paling tajam justru datang dari lapangan. Pimpinan penyelenggara, Syafril Sjofyan, menyebut Jawa Barat sebagai salah satu “episentrum” ekspansi properti yang berdampak langsung pada ruang hidup rakyat.

“Terjadi perampasan ruang hidup. Ekspansi developer di Bekasi, Bogor, Bandung Raya memicu konflik penggusuran. Banyak warga tergusur diam-diam,” ujarnya.

“Industri besar, tapi buruh tetap miskin. Upah murah, outsourcing, PHK mudah. Ketimpangan ini nyata di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta,” kata Syafril.

“Tanpa persatuan lintas kelompok—nasionalis, Islam, buruh, mahasiswa, UMKM, profesional—tekanan politik tidak akan efektif,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Hidayat Poernomo, GMKR Jabar secara terbuka menyasar apa yang mereka sebut sebagai “cengkeraman oligarki” atas sektor strategis—mulai dari industri hingga tata ruang.

Selengkapnya klik : 👇
https://jakartasatu.com/2026/05/02/gmkr-jabar-dideklarasikan-di-bandung-serukan-lawan-oligarki-hingga-desak-evaluasi-wapres/