Ada 4 (empat) hal yang “diserang” ke Pak JK setelah meminta Jokowi menunjukkan ijazah (aslinya), yaitu :
1) potongan video ceramah Pak JK di UGM
2) dituduh “merancang” chaos
3) peran Pak JK terhadap karier politik Jokowi
4) utang kredit Bank perusahaan Kalla Grup
Indikasi TSM sbb :
1) Serangan ke Pak JK terjadi setelah Pak JK meminta Jokowi menunjukkan ijazah Asli (8 April)
2) serangan dilakukan oleh pihak yang “terkoneksi” ke Jokowi, yaitu : Termul, Jokower (termasuk yang ada dalam pemerintahan), dan Partai “binaan” Jokowi (PSI dan Golkar)
Kronologis :
1) 8 April :
Pak JK melaporkan Rismon dkk yg menuduh Pak JK membiayai Roy Suryo dkk terkait kasus ijazah Jokowi
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Pak JK meminta Jokowi menunjukkan ijazahnya aslinya. Ijazah Jokowi adalah KOENTJI.
2) 9 April :
Pak Jokowi merespon pernyataan Pak JK : yang menuduh ijazah palsu yang harus membuktikan (tanggapan daur ulang).
Ade Armando lewat CokroTV menyebarkan potongan ceramah Pak JK padahal dilaksanakan di UGM awal Maret.
3) 10 April :
Wakil ketua umum Partai Golkar (Idrus Marham) “menuduh” Pak JK seakan merancang chaos padahal Pak JK tdk pernah menyatakan tentang chaos.
4) 12 April :
Mulai serangan secara masif dari Termul dan Jokower, seperti Abu Janda, Grace Natali dll
5) 14 April :
Katua GAMKI yang juga pengurus inti PSI melaporkan Pak JK ke polisi dengan tuduhan menista agama atas dasar potongan rekaman ceramah di UGM.
6) 19 Apri :
Sekjen Partai Golkar (Sarmuji) mengeritik Pak JK atas pernyataan peran Pak JK terhadap karier politik Pak Jokowi. Padahal Pak JK hanya menanggapi tuduhan Jokower yang seakan Jokowi lah yang menjadikan Pak JK jadi Wapres – padahal yang terjadi sebaliknya.
7) 24 April :
Kembali Waketum Partai Golkar “menyerang” Pak JK terkait peran Pak JK terhadap karier politik Jokowi.
Yang menarik adalah “serangan” oleh Partai Golkar ke Pak JK (Ketua Umum Golkar 2004-2009) demi membela Jokowi dilakukan oleh Waketum dan Sekjen yang terus berlanjut. Sebagai orang yang lama di Golkar sulit dibantah bahwa serangan tersebut bukan arahan Ketum Partai Golkar (Bahlil Lahadalia) sang pemberi gelar Raja Jawa ke Jokowi.
Dari kronologis tersebut dapat disimpulkan bahwa :
serangan ke Pak JK terjadi secara TSM (terstruktur, sistimatis, dan massif) dg ciri : dilakukan oleh pihak yang terkoneksi dengan Jokowi (temul, Jokower dan partai binaan Jokowi – PSI dan Golkar) serta sudah mengarah pada pembunuhan karakter dan pribadi Pak JK karena sudah menyentuh masalah utang kredit Kalla Grup yang tidak ada masalah sejak 75 tahun lalu dan tidak pernah ada masalah.
Karena masalah ini sudah masuk ke SARA maka sebaiknya semua pihak menghentikan politisasi SARA dan pembunuhan karakter tokoh.