Ada hal menarik terjadi hari ini di Istana hari ini, Jokower 24 karat dilantik dan disaksikan “anti” Jokowi tulen.
3 (tiga) orang Jokower tulen, yaitu Jendral TNI (Purn) Dudung (Kepala KSP), M. Qodari (Kepala BKP), dan Hasan Nasbi (Penasehat Khusus Presiden) dilantik Presiden Prabowo.
Saat yang sama Mohammad Jumhur Hidayat dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Jumhur dikenal konsisten sangat kritis terhadap rezim Jokowi dan sempat dipenjara selama setahun oleh rezim Jokowi.
Saat yang sama Istana mengundang Rocky Gerung dan Dr. Syahganda Nainggolan menyaksikan pelantikan pejabat di Istana hari ini.
Ada 2 (dua) hal menarik dari kejadian tersebut :
1) Presiden Prabowo sepertinya memberikan kepercayaan penuh kepada Jokower untuk mengendalikan komunikasi dan pengelolaan pemerintahan Prabowo, mulai dari Seskab, KSP, dan komunikasi Pemerintah. Artinya wajah pemerintahan Prabowo adalah wajah Jokowi.
2) Dilantiknya Mohammad Jumhur Hidayat dan diundangnya Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan ke Istana apakah jadi simbol bahwa Prabowo mulai mangakomodir oposisi anti Jokowi dalam pemerintahannya atau sekedar “pemanis” dari kebijakan menyerahkan pengelolaan hari-hari pemerintahan Prabowo ke Jokower ?
Dengan 4 (empat) orang Jokower 24 karat (Seskab, KSP, BKP, dan penasehat khusus) dipercaya oleh Presiden Prabowo untuk mengelola informasi sehari-hari rezim Prabowo, maka publik sudah bisa menduga bahwa rezim
Prabowo adalah rezim
Jokowi tiga priode.
Semoga tidak demikian.