Hanya Meminta Tunjukkan Ijazah Kok Ngamuk – Ada Apa?

Fakta serangan Termul dan Jokower datang JK meminta Jokowi menunjukkan ijazah

1) 08 April 2026 : Pak JK melaporkan Rismon dan meminta Jokowi menunjukkan ijazah asli demi mengakhiri polemik ijazah yang sudah berlangsung tahunan.
2) 10 April 2026 : Seskab (Teddy) dan Waketum Partai Golkar (Idrus Marham) “menuduh” Pak JK seakan merekayasa terjadinya chaos bulan Juni atau Juli. Padahal Pak JK tidak pernah katakan akan terjadi Chaos. Pernyataan tentang kemungkinan bisa chaos adalah analisis Muhammad Said Didu di Channel Youtube EddyChannel tanggal 24 Maret 2026.
3) 9-12 April 2026 : PSI berkali-kali menyerang Pak JK.
4) 10-12 April 2026 : Termul (Ade Armando, Abu Janda, dll) mengedarkan potongan ceramah Pak JK yang dilaksanakan 5 Maret 2026 di Mesjid Kampus UGM.
5) 12 April 2026, GAMKI melaporkan Pak JK ke polisi atas penyataan Pak JK di ceramah UGM tgl 5 Maret 2026. Pernyataan yang sama terkait konflik Poso dan Ambon sudah dikemukakan oleh Pak JK sejak 24 tahun lalu dan tidak pernah ada masalah karena memang tidak ada masalah.
6) 15 April 2026 : kredit perusahaan Pak JK dibocorkan padahal perusahaan Pak JK sudah 75 tahun berhubungan dengan Bank dan tidak pernah ada masalah – artinya pembocoran tersebut, selain melanggar UU tersebut hanya untuk menyerang Pak JK.

Kesimpulan

1) Serangan ke Pak JK terjadi setelah Pak JK “menasehati” Pak Jokowi agar menunjukkan ijazah asli tgl 8 April 2026.
2) isu yang diangkat untuk menyerang Pak JK adalah isu lama sebelum Pak JK minta Jokowi menunjukkan ijazah isu tersebut tidak ada masalah – karena memang tidak ada masalah.
3) karena serangan ke Pak JK dilakukan oleh 3 (tiga) komponen, yaitu : (1) Termul dkk (Ade Armando dkk), (2) Jokower dalam yang ada dalam pemerintahan Prabowo, dan (3) partai loyalis Jokowi (PSI dan Golkar), maka patut diduga bahwa serangan ke Pak JK dilakukan oleh Geng SOP (Solo, Oligarki, dan Parcok).
4) melihat serangan ke Pak JK yang massif dan sistimatis – patut diduga bahwa ada sesuatu persoalan besar yg takut terbuka jika ijazah tersebut dibuka ke publik.

Mari kita bersatu meminta Jokowi menunjukkan ijazahnya