Teddy adalah simbolik gejala, sekaligus konsekuensi, personalisasi politik kekuasaan. L’état c’est moi, negara adalah saya. Ironi bagaimana republik dikelola dan kekuasaan bekerja. Pemerintahan seperti permainan kartu remi, selalu ada Joker, kartu liar (wild card). Panggung politik kekuasaan juga selalu ada Joker-Joker. Di era Soeharto ada Harmoko, era Jokowi ada Luhut Panjaitan, dan era Prabowo: Pokoknya ada Teddy.